Cerita Hero Bounty Hunter Dota 2

Gondar sang Bounty Hunter adalah hero yang memiliki kemampuan melacak dan bisa mendapatkan bonus gold saat membunuh Hero yang telah ditandai. Tapi, bagaimana kah kisah Gondar untuk dapat menjadi Bounty Hunter terhebat? yuk simak cerita hero Dota 2 Bounty Hunter berikut ini. Seperti legenda yang menceritakan Magus, ada juga legenda yang menceritakan tentang Pemburu Hadiah “Bounty Hunter”.

Seperti legenda yang menceritakan Magus, ada juga legenda yang menceritakan tentang Pemburu Hadiah “Bounty Hunter”. Mereka para Pemburu Hadiah akan selalu mengejar targetnya hingga keujung dunia sekalipun demi mendapatkan bayaran. Ada seorang pemburu bernama Soruq yang namanya melegenda, tetapi ia telah mencapai batas karirnya sebagai Bounty Hunter. Soruq menyadari bahwa legenda sekalipun dapat menjadi tua.

Takut tidak ada yang mewarisi kehebatannya, ia pun berjuang agar tetap hidup. Setiap hari ia merenungkan siapakah yang pantas mewarisi kemampuannya sebagai Bounty Hunter. Ketika ia sedang berjalan melewati daerah bekas peperangan, akhirnya ia pun menemukan orangnya. Soruq melihat seorang anak kecil yang sedang melacak seekor burung lalu membunuhnya menggunakan pisau kayu ketika mendapatkannya. “Sudah berapa lama ia melakukan ini untuk bertahan hidup” Ujar Soruq dalam hatinya.

Sangat luar biasa, diumurnya yang masih belia itu ia telah memiliki kemampuan memburu yang tinggi. Soruq pun mengikuti anak kecil itu yang sedang kembali ke tempat tinggalnya, tetapi tiba-tiba ada sebuah pisau yang dihunuskan ke lehernya. Soruq pun tersenyum dan memuji anak kecil itu yang berhasil mengetahui kalau dirinya sedang diikuti. Setelah itu, Soruq membuka tasnya dan mengeluarkan sepotong daging hasil memburunya untuk dimasak.

Namun, bukan hanya memberikan sebuah makanan enak. Soruq juga menawarkan anak kecil itu untuk menjadi pewarisnya. Soruq pun menjulurkan tangannya, lalu memperkenalkan dirinya “Soruq”. Anak kecil itupun menggenggam tangan Soruq dan menyebutkan namanya “Gondar”.

Setelah mereka bertemu pada hari itu, setiap hari Gondar melatih kemampuannya menggunakan pedang, mempelajari cara menghilang dan mempertajam instingnya dalam melacak buruannya. Tidak lama kemudian, Soruq mengajak Gondar untuk memburu bersama, kadang makan bersama dan kadang membagi hasil buruan.

Hingga pada akhirnya, Gondar pun menjadi dewasa dan dapat melakukan semuanya sendirian. Tahun demi tahun pun berlalu, nama Gondar kini mulai dikenal oleh para buronan di dunia. Cerita mengenai kehebatannya saat menyusup dan keluar dari markas yang dikenal tidak dapat ditembus pun beredar ke seluruh dunia. Pencuri legendaris pun tertangkap, bahkan kriminal yang paling sulit ditangkap pun berhasil ditangkap dan diadili. Dengan uang semua orang dapat tertangkap.

Mendengar kabar bahwa muridnya telah sukses, ia pun memutuskan untuk memberikan Gondar tes terakhirnya, tes ini bertujuan untuk melihat apakah Gondar pantas menerima warisan dari Soruq sang Pemburu. Soruq pun menyelinap di tempat tidur pangeran lalu membunuh burung bernama Prized hellkite milik pangeran langsung dihadapannya, setelah membunuhnya ia pun melarikan diri.

Pangeran pun geram dengan tindakan Soruq, ia pun mengumumkan bahwa barang siapa yang bisa membawa Soruq hidup ataupun mati akan diberikan hadiah yang besar. Hampir semua pemburu hadiah di negeri itu pergi mencari Soruq. Namun, kebanyakan dari mereka bahkan tidak dapat menemukan jejak dari Soruq dan menyerah. Beberapa yang sudah menemukan Soruq malah mati dengan mengenaskan.

Tentu saja, Gondar lah yang akan menemukan Soruq dan akan menangkapnya serta mengadilinya. Ia pun menemukan tempat tinggal Soruq, Gondar sadar bahwa masternya itu menyadari kedatangannya dan lari kedalam hutan. Saat Gondar mengejar Soruq, ia berhasil menghindari banyak perangkap yang telah disediakan masternya. Perangkap-perangkap itulah yang membunuh banyak pemburu hadiah saat mengejar Soruq.

Saat sudah sampai di hutan yang terdalam, Soruq pun berhenti dan memilih berhadapan dengan Gondar satu lawan satu menggunakan pedang. Bahkan dengan usianya yang sudah tua, ia masih menjadi lawan yang sangat tangguh. Pertarungan mereka pun berlangsung sangat lama, kedua pemburu itupun terlihat kelelahan dan kehabisan trik dalam bertarung.

Malam pun tiba, kedua pemburu itupun menghilang dan bersembunyi dalam kegelapan. Keduanya saling menunggu hingga salah satunya lengah, pada akhirnya Soruq pun kalah karena ia terlalu meremehkan insting memburu Gondar dan dengan sekali tebasa Gondar pun memenangkan pertarungan tersebut.

Soruq pun terbaring dengan luka tebasan, ia tidak sedih malah ia tersenyum melihat anak didiknya berhasil melewati tes terakhirnya. Soruq pun yakin dengan pilihannya untuk mewariskan kehebatannya kepada Gondar, sesaat setelah ia tersenyum akhirnya Soruq pun meninggal. Gondar mengangkat jasad masternya itu dan membawanya ke tempat pangeran berada lalu meninggalkannya disana. Untuk pertama kalinya, Gondar tidak mengambil hadiah atas buruannya saat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *