Cerita Hero Naix/Lifestealer Dota 2

Lifestealer merupakan salah satu hero carry favorit di Dota 2, ia memiliki bentuk tubuh yang sangat aneh dan mengerikan. Kenapa bisa tubuh Lifestealer menjadi seperti ini? Untuk tahu jawabannya, yuk simak cerita hero Dota 2 Lifestealer berikut ini.

Kali ini kita akan membahas tentang Lifestealer atau Naix, mulai dari alasan kenapa tubuhnya menjadi seperti itu dan kenapa ada borgol di tangannya. Untuk lebih jelasnya, yuk simak cerita hero Dota 2 berikut ini.

Naix adalah seorang suku Oglodi yang telah dibuang oleh sukunya sendiri. Ia dibuang karena keinginannya untuk menguasai sihir hitam, Naix bersedia diasingkan oleh sukunya sendiri karena ia yakin tempatnya bukanlah disana melainkan jauh dari sukunya sendiri.

Beberapa tahun kemudian setelah meninggalkan Druud, Naix sampai di sebuah kota yang bernama Devarque. Sebuah kota yang dikenal memperbolehkan masyarakatnya belajar sihir hitam walaupun tujuannya tidak jelas dan bahkan untuk tujuan yang mengerikan seperti sihir yang dapat menyiksa atau dapat memanipulasi kehidupan seseorang.

Untuk beberapa saat Naix mengira bahwa kota ini akan menjadi rumah barunya, kota yang akan menjadi tempatnya belajar tanpa adanya gangguan dari orang lain. Tetapi takdir berkata lain, ketimbang memuji Naix karena kesukaannya terhadap ilmu hitam, masyarakat Devarque memilih menjauhi Naix karena dia merupakan orang buangan dari sukunya.

Bahkan Naix juga dilarang memasuki sekolah sihir dan perpustakaan yang ada di kota Devarque. Geram karena merasa tidak dihargai dan diasingkan oleh penduduk kota, orang buangan suku Oglodi ini pun pergi meninggalkan kota untuk merencanakan sesuatu yang licik.

Malam pun tiba, Naix kembali ke kota ilmu hitam tersebut dengan bersembunyi dibawah kegelapannya malam. Tibalah Naix di sebuah perpustakaan yang sangat besar, didalamnya terdapat ribuan buku sihir seperti buku tentang ritual terlarang dan buku tentang manipulasi kehidupan.

Naix dapat mendengar suara panggilan dari buku-buku sihir hitam yang memanggil dirinya. Naix pun tersadar akan lamunan kebahagiaannya, ia ingat bahwa setiap detik waktu sangat berharga. Naix pun mengambil buku dan memasukkan ke dalam tas miliknya hingga tas itu penuh dan dia mengambil satu buku untuk dia pegang sendiri.

Naix pun keluar dari perpustakaan tersebut, ia yakin bahwa rencana yang sempurna ini tidak akan gagal. Naix berlari meninggalkan kota, dia bahkan tidak merasakan capek sama sekali. Dia percaya bahwa hari ini adalah awal mula dari masa kejayaan dirinya selama hidup di dunia ini.

Setelah mendapatkan tempat aman dan jauh dari kota Devasque, Naix pun duduk dibawah pohon Oak yang sangat besar. Dengan bahagianya Naix pun membuka salah satu buku yang ia curi, tetapi ternyata semua buku yang ada di Devasque memiliki mantra yang membuat buku tersebut ketika dibuka atau dipelajari di luar kota akan mengirimkan sinyal kepada dewan sihir yang ada di kota Devasque.

Prajurit dari kota Devasque pun pergi untuk menangkap si pelanggar hukum, tetapi Naix tidak melarikan diri ia malah masih terpesona karena telah mempelajari banyak sihir rahasia. Ia terbangun ketika telah diborgol dan dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah yang amat sangat gelap.

Naix ditinggal sendirian di dalam penjara, ia dibiarkan sendirian agar dirinya membusuk dan mau bertobat kepada dewan sihir. Bertahun-tahun kemudian, tubuh Naix mulai mengecil dan membusuk karena kurang nutrisi dan dehidrasi sedangkan pikirannya telah menjadi gila karena kesendirian dan merasa putus asa.

Suatu hari, seorang penyihir dijebloskan ke dalam penjara yang sama dengan Naix. Meskipun orang ini merupakan orang pertama yang ia lihat setelah bertahun-tahun lamanya, Naix tidak dapat bergerak sedikitpun karena tubuhnya menjadi kurus kering yang membuatnya tidak dapat bergerak. Bahkan pikiran Naix pun telah lama hilang, ia telah kehilangan semua rasa keingintahuannya terhadap orang.

Melihat ada sebuah peluang dalam diri teman selnya tersebut, si penyihir pun memanfaatkan Naix untuk kabur dari penjara bawah tanah itu agar dapat balas dendam kepada orang yang telah memasukkannya ke dalam penjara.

Sang penyihir pun mulai melafalkan mantranya, dengan mantra tersebut ia dapat memindahkan kesadarannya ke dalam tubuh Naix. Si penyihir pun kewalahan karena pikiran yang dimiliki Naix penuh dengan kegilaan dan penyiksaan, si penyihir pun ikut gila ketika memasuki pikiran Naix.

Disisi lain, Naix mulai mendapatkan sedikit kesadarannya. Penyihir yang ikut menjadi gila itu pun kehilangan beberapa ingatannya, yang ia tahu hanyalah ingin keluar dari penjara yang dingin dan gelap itu.

Naix pun menerima perintah dari master barunya yaitu mengendalikan atau membantai orang-orang yang menghalangi jalannya. Banyaknya nyawa penjaga yang telah diambil, membuat Naix mendapatkan sesuatu yang ia belum pernah miliki sebelumnya. Kekuatan yang ia miliki selalu meningkat seiring banyaknya nyawa yang telah dia habisi, mulai dari orang tua, lelaki, wanita, anak-anak bahkan hewan pun dia bantai semuanya agar dapat keluar dari kota tersebut.

Kebiadaban Naix pun mulai dikenal, orang-orang memanggilnya dengan sebutan Lifestealer. Dia pun berkeliling dan membantai semua orang yang membuatnya masuk ke dalam penjara. Suara terakhir yang didengar oleh korban Naix hanyalah bunyi dari rantai borgol yang ada di tangannya.

Naix membiarkan borgol tersebut tetap berada ditangannya, agar ia selalu ingat bahwa nantinya ia akan mendapatkan kebebasan. Sampai hari kebebasannya tersebut, Naix harus berpura-pura mengikuti perintah gila dari masternya. Naix masih butuh kekuatan agar dia dapat mengalahkan masternya tersebut, maka dari itu ia membantai orang-orang agar dirinya menjadi kuat. Begitulah Lore dari Naix atau biasa kita sebut dengan Lifestealer, kisahnya sedikit sedih karena ia dibiarkan membusuk di dalam penjara tanpa ada teman atau orang yang menemani dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *