Cerita Hero Sven Dota 2

Sven adalah salah satu carry di Dota 2 berkekuatan sangat hebat yang dapat menghabisi semua musuhnya dengan sekali tebasan, dari manakah asal kekuatan yang ia miliki? Yuk simak cerita hero Dota 2 Sven berikut ini.

Shadeshore Ruins merupakan kampung halaman bagi salah satu Kesatria Vigil Order yang sangat terkenal. Seorang kesatria tua yang selalu mengikuti aturan kuno Vigil dan menghormati aturan tersebut. Tetapi, untuk alasan yang tidak diketahui, ayah Sven melanggar aturan tersebut.

Vigil Order tidak punya cara lain selain mengeksekusi salah satu anggota terhormat miliknya. Eksekusi publik tersebut mengundang banyak orang, eksekusi secara publik itu dilakukan sebagai peringatan bagi semua orang bahwa inilah yang akan terjadi jika melanggar peraturan. Di kerumunan orang ini ada Sven yang melihat sendiri hukuman mati ayahnya, ia pun menangis saat melihat ayahnya mati dan ia juga mengetahui kebenaran di balik aksi dari ayahnya tersebut.

Setelah eksekusi ayahnya dilakukan, Sven pun pergi mencari ibunya untuk memberitahu kabar tentang kematian ayahnya. Sven pun berkelana selama berminggu-minggu lamanya hanya untuk menemui ibu yang telah dijauhi oleh sukunya sendiri.

Sesampainya di sana Sven harus merawat ibunya yang telah sakit-sakitan, hingga pada akhirnya ibunya juga pergi meninggalkan Sven. Ia pun merasa sangat sedih dan bingung karena Sven telah kehilangan orang-orang yang dulunya merawat dirinya. Sekarang Sven hanya percaya kepada dirinya sendiri, ia hanya menghormati dirinya sendiri dan tujuan hidupnya pun telah berubah.

Dia pun kembali ke Shadeshore Ruins dan mendaftarkan dirinya sebagai kesatria muda di Kesatria Vigil, Sven tidak pernah mengungkapkan identitas dirinya yang sebenarnya. Ia juga mengenakan topeng untuk menyembunyikan wajahnya serta kebencian dan kesedihan miliknya kepada orang-orang yang ada di Vigil.

Untuk 14 tahun lamanya ia belajar di Kesatria Vigil yang merupakan sekolah ayahnya juga. Ia juga menguasai kode yang membuat identitas asli miliknya tidak dapat diketahui oleh orang lain. Dengan tenang ia mendengarkan penjelasan dari orang yang telah mengeksekusi ayahnya, tetapi tetap saja mereka tidak dapat mengenali sang Rogue muda.

Hari demi hari aktivitas tersebut ia jalani, hingga pada akhirnya kebencian yang ia pendam tidak dapat lagi ia tahan. Hari yang ia tunggu pun telah tiba, yaitu hari dimana ritual suci diadakan. Ritual suci itu diadakan ketika para kesatria muda telah lulus semua tes, lalu kemudian para kesatria muda tersebut bersumpah untuk selalu setia kepada Vigil Order.

Sven dengan percaya diri berdiri di atas podium dan melihat kerumunan warga yang bersorak kepada para kesatria muda. Sekilas, Sven terlihat seperti telah mengubah niatnya untuk balas dendam, ia pun maju kedepan untuk menerima restu dari setiap anggota Vigil Order dan menjadi salah satu dari mereka.

Ternyata Sven tidak mengubah niatnya. Setelah mendapatkan restu dari setiap anggota Vigil Order, ia pun mengambil sebuah pedang. Ia pun lalu menghancurkan helm suci dan membakar buku peraturan Vigil dengan api suci Vigil. Sven pun memanggil kekuatan dewa, dan dengan sekali tebasan, para kesatria yang ada di dekatnya mati seketika.

Setelah itu ia pun berjalan keluar dari Vigil Keep, menghindar dari bahaya. Sven puas dengan pencapaiannya karena telah berhasil balas dendam. Sven pun sekarang menjadi perantau yang telah melewati banyak negeri, sendirian dan hanya mengikuti private code miliknya untuk menuju tempat terakhir.

Sven masih mengingat kebenaran tentang kejadian dulu yang menimpa ayahnya, tetapi tetap ia rahasiakan dan tidak ada yang tahu kebenaran tersebut. Sven tetaplah seorang Knight, tetapi Rogue Knight. Sven tidak akan mendengarkan orang lain, karena dia hanya mendengarkan dirinya sendiri.

Begitulah Lore Sven yang telah kehilangan orang tuanya saat masih kecil, bahkan ia harus menanggung kebencian dan kesedihan yang sangat luar biasa banyaknya. Parahnya lagi ia harus belajar di tempat di mana ayahnya telah di eksekusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *